Masa depan Alex Scott di Bournemouth memasuki babak baru. Klub dikabarkan bersedia melepas gelandang Timnas Inggris itu pada bursa transfer Januari, dengan syarat ada tawaran sekitar £100 juta atau setara 100 juta poundsterling yang masuk. Sikap ini muncul setelah putaran pembicaraan terakhir antara manajemen klub dan perwakilan sang pemain, dan menandai pergeseran yang cukup tajam dari posisi Bournemouth sebelumnya.
Perubahan haluan tersebut penting karena sepanjang jeda internasional terakhir Bournemouth masih bersikeras bahwa Scott tidak dijual. Selama musim panas, klub juga menolak minat dari sejumlah tim, termasuk hampir semua anggota “big six” Liga Premier Inggris yang dikabarkan pernah menghubungi mereka. Kini, keputusan soal Scott tidak lagi sekadar soal harga, melainkan juga bergantung pada arah musim yang sedang dijalani Bournemouth.
Syarat Bournemouth untuk Melepas Alex Scott
Menurut sumber-sumber senior di klub, Bournemouth bersedia menyetujui penjualan Scott apabila tawaran di kisaran £100 juta datang pada Januari. Angka tersebut jauh melampaui biaya yang mereka keluarkan saat mendatangkan sang pemain dari Bristol City. Artinya, klub tidak berniat melepas gelandangnya dengan harga murah meski pemain sudah lama ingin pergi.
Syarat kedua berkaitan dengan posisi Bournemouth di klasemen. Jika tim terpuruk di sekitar dasar tabel, klub bisa memutuskan bahwa mereka masih membutuhkan Scott untuk mengamankan posisi di Liga Premier Inggris. Dengan kata lain, keputusan akhir tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya tawaran, tetapi juga oleh seberapa aman posisi tim ketika bursa transfer Januari dibuka.
Kombinasi dua syarat itu membuat masa depan Scott berada di titik yang belum pasti. Bisa saja tawaran besar datang, tetapi Bournemouth menahannya karena sedang berjuang menghindari degradasi. Sebaliknya, jika performa tim membaik dan valuasi terpenuhi, pintu keluar bagi Scott akan terbuka lebar.
Latar Belakang: Kontrak Ditolak dan Minat Klub Besar
Scott, pemain berusia 23 tahun, sudah mendorong kepergiannya dari Vitality Stadium sejak menolak dua tawaran kontrak pada akhir musim lalu. Sejak saat itu, ia bertahan di klub, tetapi keinginan untuk pindah tidak pernah surut. Situasi inilah yang membuat pembicaraan antara klub dan perwakilannya berlangsung alot selama beberapa bulan terakhir.
Pada musim panas, Bournemouth menolak minat sejumlah klub terhadap Scott. Setiap anggota “big six” Liga Premier Inggris disebut pernah melakukan pendekatan dengan kadar yang berbeda-beda. Semua klub yang berminat diberi tahu agar tidak mengajukan penawaran resmi maupun menghubungi sang pemain secara langsung.
Chelsea menjadi salah satu tim yang benar-benar “menjajaki” situasi dengan tawaran awal £60 juta. Nilai itu kemudian naik menjadi £64 juta dengan tambahan bonus, namun tetap ditolak Bournemouth. Penolakan tersebut menunjukkan bahwa klub sudah punya patokan harga tinggi untuk Scott jauh sebelum sikap mereka melunak.
Peta Peminat: Chelsea dan Liverpool Paling Waspada
Dari sekian klub yang pernah mendekat, Chelsea dan Liverpool dipercaya masih menyimpan minat terhadap Scott. Sementara itu, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur dikabarkan telah beralih ke target lain selama musim panas. Kondisi ini membuat persaingan untuk mendapatkan Scott berpotensi menyempit ke dua nama saja.
Liverpool disebut berada dalam posisi yang kuat. Manajernya, Andoni Iraola, memiliki kedekatan dengan klub yang pernah ia tangani, baik dengan Scott sendiri maupun dengan sejumlah figur di jajaran kepemimpinan Bournemouth. Kedekatan semacam ini kerap mempermudah komunikasi dalam negosiasi transfer yang melibatkan banyak pihak.
Chelsea di sisi lain pernah mendapatkan dorongan dari perwakilan Scott untuk mengejar kesepakatan. Dua klub itu punya keunggulan masing-masing: Liverpool lewat jalur hubungan personal, Chelsea lewat sinyal positif dari kubu pemain. Bagaimana keduanya bergerak pada Januari nanti akan sangat bergantung pada harga yang akhirnya dipatok Bournemouth.
Cedera, Kontrak, dan Situasi Internal Bournemouth
Saat ini Scott harus menepi minimal satu bulan karena cedera paha yang ia alami ketika Inggris menang 7-0 atas Kroasia di Nations League. Ia datang ke pemusatan latihan timnas dalam kondisi tegang, lalu masalah tersebut memburuk dan membuatnya absen sekitar enam pekan. Ada kekecewaan di dalam klub karena cedera itu terjadi saat ia membela negaranya.
Scott masih terikat kontrak yang sama seperti ketika ia bergabung dari Bristol City pada 2023 dengan biaya £25 juta, dan masa berlakunya berakhir pada 2028. Kontrak panjang itu memberi Bournemouth posisi tawar yang kuat di meja negosiasi. Klub tidak berada dalam tekanan untuk menjual, kecuali memang ada tawaran besar yang masuk.
Tekanan dari sisi performa juga menambah rumit situasi. Manajer baru Marco Rose belum memenangi satu pun laga liga, dengan kekalahan 5-1 dari Chelsea menjadi titik terendah sejauh ini. Selain itu, Eli Junior Kroupi mengalami cedera serius pada pramusim sehingga belum bermain sama sekali musim ini, dan baru diperkirakan kembali pada November.
Tren Harga Gelandang dan Konteks Pasar Transfer
Permintaan £100 juta untuk Scott tidak muncul tanpa dasar. Pasar gelandang memang bergerak ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya di Liga Premier Inggris. Tiga pemain di posisi itu sudah menembus biaya lebih dari £100 juta, dan Bournemouth ingin mendapatkan angka serupa untuk salah satu aset utamanya.
Laporan TransferRoom yang dirilis pada Selasa menunjukkan belanja untuk gelandang bertahan naik 191% menjadi 1,38 miliar euro. Rata-rata biayanya juga meningkat 156% menjadi 9,9 juta euro, angka rata-rata tertinggi di antara semua posisi. Data ini memperkuat argumen Bournemouth bahwa harga yang mereka minta masih sejalan dengan arah pasar saat ini.
Sebelumnya, Bournemouth memulai musim dengan keyakinan bahwa tak satu pun aset berharga mereka, termasuk Scott, Rayan, dan Eli Junior Kroupi, akan dijual sebelum musim panas 2027. Namun, mereka akhirnya dengan berat hati menyimpulkan siap melepas Scott jika valuasinya terpenuhi. Bagi klub, keputusan ini terasa pahit sekaligus manis.
Harapan Bournemouth di Tengah Ketidakpastian
Meski situasi internal sedang tidak ideal, masih ada harapan bahwa hasil Bournemouth akan membaik. Iraola pernah mengalami rentetan tanpa kemenangan yang bahkan lebih panjang ketika pertama kali menangani tim. Pengalaman itu menjadi salah satu alasan klub percaya bahwa periode sulit seperti sekarang masih bisa dilewati.
Selain itu, ada euforia tersendiri menjelang perjalanan Bournemouth di Europa League. Kampanye Eropa mereka dibuka dengan kemenangan mengesankan atas Real Sociedad, dan berlanjut dengan laga kandang melawan Sturm Graz pada Kamis. Performa di kompetisi ini bisa menjadi penanda apakah Bournemouth akan cukup percaya diri melepas Scott pada Januari.
Semua faktor itu saling berkaitan: harga, posisi di liga, kondisi pemain, dan ambisi kompetisi Eropa. Bournemouth praktis memegang kendali penuh atas situasi, sementara Scott dan klub-klub peminat hanya bisa menunggu perkembangan berikutnya. Bursa transfer Januari akan menjadi ujian bagi keteguhan sikap kedua belah pihak.
Kesimpulan
Bournemouth kini terbuka melepas Alex Scott pada Januari, tetapi hanya jika tawaran sekitar £100 juta datang dan posisi tim di klasemen dianggap cukup aman. Chelsea dan Liverpool menjadi dua klub yang paling mungkin bergerak, dengan masing-masing punya jalur pendekatan yang berbeda terhadap Bournemouth maupun sang pemain. Harga yang diminta pun mendapatkan pembenaran dari tren pasar gelandang yang terus melonjak.
Sementara itu, Scott sendiri tengah fokus menjalani pemulihan dari cedera paha dan diprediksi baru bisa bermain sekitar enam pekan ke depan. Kontraknya yang berlaku hingga 2028 membuat Bournemouth berada di posisi yang tidak terburu-buru mengambil keputusan. Yang jelas, saga transfer pemain berusia 23 tahun ini masih akan berlanjut hingga bursa transfer musim dingin benar-benar dibuka.
