Kylian Mbappe Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 menjadi ajang bersejarah bagi Kylian Mbappe. Penyerang timnas Prancis ini berhasil menjadi pemain pertama yang memenangkan Golden Boot (sepatu emas) untuk pencetak gol terbanyak di dua edisi Piala Dunia secara beruntun. Sebelumnya, ia juga meraih penghargaan yang sama di Piala Dunia 2022 di Qatar.
Mbappe mencetak total 10 gol dalam delapan pertandingan di Piala Dunia 2026, mengungguli Lionel Messi yang mengoleksi delapan gol. Dengan torehan tersebut, Mbappe juga memecahkan rekor sebagai pemain pertama yang mencetak dua digit gol dalam satu turnamen Piala Dunia sejak Gerd Muller pada 1970. Secara keseluruhan, Mbappe kini menjadi top skor sepanjang masa Piala Dunia putra dengan 22 gol, unggul satu gol atas Messi.

Perjalanan Mbappe Menuju Golden Boot Kedua
Dominasi dari Fase Grup hingga Perebutan Medali Perunggu
Pemain berusia 27 tahun ini mulai menunjukkan ketajamannya sejak fase grup. Ia mencetak dua gol masing-masing ke gawang Senegal dan Irak, serta satu gol ke gawang Swedia di babak 32 besar. Di babak 16 besar, Mbappe menjadi pahlawan dengan gol penalti pada menit ke-70 yang mengalahkan Paraguay. Ia kemudian kembali mencetak gol ke gawang Maroko di perempat final.
Meskipun Prancis harus puas di posisi keempat setelah kalah 4-6 dari Inggris di laga perebutan medali perunggu, Mbappe tetap menyumbang dua gol tambahan di pertandingan tersebut. “Mencetak banyak gol di Piala Dunia tentu membawa Anda ke level yang berbeda, tapi saya lebih memilih tidak menjadi top skor dan bisa bermain di final,” ujarnya usai laga di Miami. “Ini bagus untuk warisan saya setelah pensiun, tapi saat ini bukan itu yang ada di pikiran saya.”
Persaingan Pencetak Gol di Piala Dunia 2026
Lionel Messi sebenarnya masih berpeluang merebut Golden Boot andai ia mencetak hat-trick di final. Namun, Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 1-0, sehingga Messi tetap bertahan di delapan gol. Di belakang mereka, Jude Bellingham (Inggris) dan Erling Haaland (Norwegia) masing-masing mengoleksi tujuh gol. Sementara Ousmane Dembele (Prancis) dan Harry Kane (Inggris) mencatatkan enam gol.
Penghargaan Lain di Piala Dunia 2026
Rodri Sabet Golden Ball sebagai Pemain Terbaik
Gelandang Manchester City asal Spanyol, Rodri, dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen dan menerima Golden Ball dari Presiden FIFA Gianni Infantino di Stadion MetLife setelah final. Rodri menjadi tokoh kunci dalam perjalanan Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia kedua mereka. Penghargaan ini merupakan pencapaian individu ketiga besarnya setelah memenangkan Ballon d’Or 2023 dan Pemain Terbaik Euro 2024.
Lionel Messi menerima Silver Ball sebagai pemain terbaik kedua, sementara Kylian Mbappe mendapatkan Bronze Ball.
Unai Simon Juara Golden Glove
Kiper Spanyol Unai Simon memenangkan Golden Glove sebagai kiper terbaik setelah hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan. Pemain Athletic Club ini mencatatkan tujuh clean sheet dan satu-satunya gol yang bersarang di gawangnya berasal dari Charles de Ketelaere (Belgia) di perempat final. Simon berhasil mengamankan posisi nomor satu dari David Raya (Arsenal) dan membayar kepercayaan pelatih Luis de la Fuente dengan performa solid sepanjang turnamen.
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik
Bek tengah Barcelona berusia 19 tahun, Pau Cubarsi, meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026. Ia menjadi pilar pertahanan Spanyol yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Di final, Argentina hanya melepaskan dua tembakan tanpa satu pun tepat sasaran. Cubarsi bermain penuh di setiap menit pertandingan saat Spanyol mengulang kesuksesan Piala Dunia 2010.
Kesimpulan: Dominasi Spanyol dan Kehebatan Mbappe
Piala Dunia 2026 tidak hanya mencatatkan nama Kylian Mbappe sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dan peraih Golden Boot dua kali, tetapi juga menunjukkan dominasi Spanyol yang meraih gelar juara keenam belas dalam lima tahun terakhir. Spanyol menjadi kekuatan dominan di sepak bola dunia, didukung oleh pemain-pemain seperti Rodri, Unai Simon, dan Pau Cubarsi yang tampil gemilang. Turnamen ini sekaligus menegaskan bahwa era baru sepak bola telah tiba, dengan rekor-rekor yang tercipta dan persaingan yang semakin ketat.
