Dari Barcelona ke Bromley: Langkah Berani Sang Ratu
Siapa yang menyangka bahwa salah satu pemain terhebat sepanjang masa, Alexia Putellas, akan memutuskan untuk bergabung dengan klub yang baru promosi ke Women’s Super League (WSL)? Pada Desember 2023, ketika Michele Kang mengakuisisi London City Lionesses, mungkin hanya sedikit orang yang berani memprediksi bahwa dua setengah tahun kemudian Putellas akan berseragam biru-hitam klub asal Bromley itu. Kini, Alexia Putellas bergabung dengan London City Lionesses telah menjadi kenyataan – sebuah langkah yang mengguncang jagat sepak bola wanita.
Putellas, yang dijuluki ‘La Reina’ (Sang Ratu) di Spanyol, telah memenangkan hampir semua trofi yang ada di level klub: 10 gelar liga, 4 Liga Champions, dan segudang penghargaan individu termasuk dua Ballon d’Or. Kepindahannya ke London City bukan sekadar transfer biasa; ini adalah pernyataan ambisi dari pemilik miliarder AS, Michele Kang, dan bukti bahwa proyek jangka panjang klub independen ini layak diperhitungkan.
Mengapa Alexia Putellas Memilih London City Lionesses?

Setelah 14 tahun membela Barcelona, Putellas merasa waktunya untuk mencari tantangan baru. Sumber terdekat pemain menyebut bahwa ia sudah lama tertarik bermain di WSL. Ketika kontraknya dengan Barcelona habis, ia menerima tawaran dari berbagai klub top dunia – termasuk dari Inggris, Meksiko, dan Amerika Serikat. Boston Legacy dilaporkan menjadi pesaing terberat, tetapi pada akhirnya Alexia Putellas bergabung dengan London City Lionesses karena satu faktor utama: visi Michele Kang.
Koneksi Pribadi dengan Michele Kang
Putellas mengungkapkan bahwa ia pertama kali bertemu Kang empat tahun lalu di Miami. Dalam pertemuan itu, mereka berdiskusi panjang tentang masa depan sepak bola wanita. Kang, yang juga pemilik klub raksasa Lyon, memiliki rekam jejak dalam membangun tim juara. Bagi Putellas, kesempatan untuk tidak hanya berkontribusi di lapangan, tetapi juga membangun warisan di luar lapangan sangatlah menarik. Sumber menyebutkan bahwa kemitraan bisnis di luar karier bermain juga mungkin akan terjalin antara keduanya.
Proyek Ambisius London City
London City Lionesses adalah klub independen yang berkomitmen untuk bersaing di level tertinggi. Meskipun musim ini mereka tidak bermain di Liga Champions – sebuah pengorbanan besar bagi kapten Barcelona yang memenangkan trofi itu pada 2026 – klub memiliki rencana lima tahun untuk menembus zona Eropa. Dengan basis penggemar yang masih baru, kehadiran Alexia Putellas bergabung dengan London City Lionesses diharapkan menjadi katalis untuk menarik pemain bintang lainnya. Bahkan, beberapa pemain top sudah mulai melakukan pendekatan setelah mendengar kabar ini.
Bagaimana London City Membujuk Putellas?
Pengaruh Kang sangat besar. Pemilik AS itu secara rutin berkomunikasi dengan Putellas di berbagai acara dan penghargaan. Klub tidak mengajukan permintaan pendekatan ke Barcelona pada Januari lalu karena Putellas ingin fokus menyelesaikan musim tanpa gangguan. Kontrak akhirnya ditandatangani bulan ini, dan menariknya, Putellas tidak mendiskusikan keputusannya dengan rekan setimnya di Barcelona.
Aspek Finansial dan Aturan Salary Cap
Tentu saja, dana Kang sangat membantu. Putellas menjadi pemain dengan gaji tertinggi di klub, dengan gaji pokok kurang dari £1 juta – plus bonus yang bisa meningkatkannya. Namun, gajinya tetap harus sesuai dengan aturan soft salary cap WSL, di mana gaji pemain tidak boleh melebihi 80% dari total pendapatan klub ditambah investasi tambahan hingga £4 juta. London City masih belum merilis total pendapatan mereka setelah promosi, tetapi investasi dari Kynisca (perusahaan Kang) memungkinkan mereka membayar pemain sekaliber Putellas.
Pengaruh Spanyol di Klub
London City Lionesses juga memiliki nuansa Spanyol yang kuat. General Manager Gonzalo Rodriguez Garcia, mantan eksekutif Barcelona Markel Zubizarreta, dan pelatih Eder Maestre semuanya berasal dari Spanyol. Selain itu, sahabat Putellas, Jana Fernandez, sudah lebih dulu bergabung dari Barcelona tahun lalu, dan bek timnas Spanyol Mapi Leon juga akan segera tiba. Kehadiran mereka membuat Alexia Putellas bergabung dengan London City Lionesses terasa lebih natural dan nyaman.
Dampak Kedatangan Alexia Putellas
Putellas diharapkan langsung masuk ke dalam kelompok kepemimpinan klub. Ia tiba di London lebih awal dari jadwal pramusim, bahkan menolak kesempatan komersial di Piala Dunia pria. Profilnya akan sangat membantu membangun merek London City Lionesses dan membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Dampak bagi WSL dan Pesaing
Bagi rival-rival London City, kedatangan Putellas adalah pemandangan yang menakutkan. Kemitraan antara Kang dan Putellas dapat mendorong WSL ke level yang lebih tinggi. Namun, fenomena ini juga memicu perdebatan tentang kesenjangan finansial di liga. Klub-klub papan bawah mungkin kesulitan bersaing karena tidak memiliki kapasitas untuk membayar gaji sebesar itu. Selain itu, aturan UEFA yang melarang pemilik multi-klub memiliki lebih dari satu tim di Liga Champions juga patut dicermati – apakah Kang akan melepas Lyon atau London City jika klub ini berhasil mencapai target Eropa?
Dominasi Pemain Spanyol di WSL
Spanyol sebagai juara dunia sedang kehilangan banyak pemainnya ke WSL. London City Lionesses diperkirakan akan memiliki setidaknya tujuh pemain Spanyol musim ini. Ini menunjukkan bahwa WSL semakin menjadi tujuan utama para bintang global, bahkan mengungguli NWSL Amerika Serikat dalam hal daya tarik merekrut pemain-pemain kelas dunia.
Kesimpulan: Langkah Bersejarah yang Mengubah Peta Kekuatan
Transfer Alexia Putellas bergabung dengan London City Lionesses bukan hanya sekadar perpindahan pemain bintang ke klub kecil. Ini adalah sinyal bahwa proyek ambisius dengan visi jangka panjang, didukung oleh pendanaan yang kuat dan koneksi personal, mampu menarik talenta terbaik dunia. Bagi WSL, kedatangan Putellas akan meningkatkan daya saing dan popularitas liga. Namun, tantangan ke depannya adalah memastikan kesenjangan finansial tidak merusak keseimbangan kompetisi. Satu hal yang pasti: nama Alexia Putellas dan London City Lionesses kini akan selalu disebut bersamaan dalam narasi sepak bola wanita modern.
