Leicester City akan bertandang ke markas Oxford City pada putaran pertama Piala FA 2026-27. Itulah hasil undian putaran pertama Piala FA yang menempatkan klub berjuluk The Foxes tersebut berhadapan dengan tim kasta keenam dari National League North, dalam laga yang dijadwalkan bergulir sekitar akhir pekan 7 November mendatang.
Bagi Leicester, ini adalah penampilan pertama mereka di fase ini sejak 2008. Status sebagai juara Piala FA 2021 tidak serta-merta membuat mereka kebal dari kenyataan pahit: musim ini Leicester turun di League One setelah terdegradasi, dan di bawah asuhan Russell Martin mereka baru menempati posisi ke-14 usai memulai kompetisi dengan performa naik-turun. Undian kali ini pun menjadi pengingat bahwa jarak antara klub elite dan tim non-liga di Piala FA bisa menyempit dalam sekejap.

Oxford City, lawan yang tampak mudah tetapi tetap berbahaya
Di atas kertas, Leicester jelas diunggulkan. Skuad Russell Martin berisi pemain dengan pengalaman bermain di level jauh lebih tinggi, sementara Oxford City hanya tim yang berkompetisi di kasta keenam sepak bola Inggris. Namun format Piala FA yang mempertemukan klub dari berbagai tingkatan justru menciptakan situasi yang tidak pernah sesederhana peringkat di klasemen.
Laga ini akan digelar di markas Oxford City, dan atmosfer pertandingan di stadion kecil sering kali memberikan energi tambahan bagi tim tuan rumah. Bagi para pemain Oxford, kesempatan menjamu mantan juara Piala FA adalah panggung yang jarang datang, sehingga motivasi mereka dipastikan berada di titik tertinggi. Sebaliknya, Leicester datang dengan tekanan: kalah akan langsung dicatat sebagai salah satu kejutan terbesar musim ini.
Kondisi Leicester sendiri belum sepenuhnya stabil. Start yang tidak konsisten di League One membuat Russell Martin masih mencari formula terbaik, dan pertandingan Piala FA bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, laga melawan tim kasta rendah adalah peluang untuk membangun kepercayaan diri; di sisi lain, rotasi pemain yang terlalu agresif berisiko membuka pintu bagi kejutan.
Peta undian putaran pertama Piala FA: dari Leicester hingga Rushden & Diamonds
Undian kali ini melibatkan 91 tim, jumlah yang sangat besar dan mencerminkan betapa luasnya jangkauan kompetisi ini. Empat klub untuk pertama kalinya berhasil menembus putaran pertama, sebuah pencapaian yang biasanya menjadi cerita tersendiri bagi komunitas sepak bola di kota-kota kecil. Berikut sejumlah pertemuan yang paling menyita perhatian:
- Oxford City vs Leicester City — klub kasta keenam menjamu mantan juara Piala FA 2021.
- Bradford City vs Marine — Bradford, pemuncak klasemen League One sekaligus tim berperingkat tertinggi di undian, menjamu tim National League North.
- Burton Albion vs AFC Rushden & Diamonds — tim kasta kedelapan yang sudah melewati lima pertandingan di kompetisi ini mendapat hadiah berupa lawatan ke klub League One.
- Barnsley vs Aldershot Town/Tadley Calleva — Tadley, tim berperingkat terendah di undian, akan melawat ke Barnsley bila mampu melewati laga ulang melawan Aldershot.
- Oldham Athletic vs Sheffield Wednesday, Luton Town vs Chesham United/Forest Green Rovers, serta Boreham Wood vs Wigan Athletic — derby antarkasta yang menjanjikan suasana panas.
Daftar lengkap undian tetap memuat banyak pertemuan sesama klub Liga Inggris dan League One, seperti Huddersfield Town melawan Exeter City, Bristol Rovers melawan Cambridge United, serta Oxford United menjamu Stevenage. Namun sorotan publik hampir selalu jatuh pada laga-laga yang mempertemukan klub besar dengan tim kecil, karena di situlah cerita paling menarik biasanya lahir.
Kisah tim kecil yang membuat undian ini terasa hidup
Tadley Calleva menjadi simbol semangat kompetisi ini. Tim berperingkat terendah dalam undian tersebut dua kali tertinggal sebelum akhirnya memaksa laga ulang melawan Aldershot Town. Jika mereka berhasil melewati rintangan itu, hadiahnya bukan main-main: sebuah perjalanan ke markas Barnsley yang berlaga di League One.
Cerita serupa datang dari AFC Rushden & Diamonds. Klub kasta kedelapan itu telah memenangi lima pertandingan di kompetisi ini musim ini untuk bisa sampai ke putaran pertama, dan sebagai imbalannya mereka mendapat lawan Burton Albion. Bagi klub sekelas mereka, bertemu tim profesional di kompetisi resmi adalah pencapaian yang biasanya hanya bisa dibayangkan suporter.
Sementara itu, Bradford City masuk sebagai tim dengan peringkat tertinggi dalam undian. Sebagai pemuncak klasemen League One, mereka akan menjamu Marine dari National League North. Posisi itu membuat Bradford berada di sisi berlawanan dari Leicester: mereka bukan tim yang dikejar ekspektasi besar, melainkan tim yang justru diharapkan memanfaatkan momentum untuk melangkah jauh.
Duel ayah dan anak di Peterborough United vs Reading
Salah satu pertemuan paling menarik secara personal adalah Peterborough United melawan Reading. Manajer Peterborough, Robbie Savage, akan berhadapan dengan tim yang diperkuat putranya sendiri, Charlie Savage. Situasi ini membuat laga tersebut menjadi salah satu pertandingan yang paling dinanti, bukan hanya karena soal sepak bola, tetapi juga karena dimensi keluarganya.
Bagi Robbie Savage, mengambil keputusan teknis melawan tim yang dibela anaknya menghadirkan tekanan tersendiri. Ia tetap dituntut meramu strategi terbaik untuk Peterborough, sementara di sisi lain laga ini jelas memiliki makna emosional yang tidak biasa. Dari kubu Reading, Charlie Savage punya motivasi tambahan untuk tampil menonjol di hadapan ayahnya sendiri.
Pertemuan semacam ini jarang terjadi di kompetisi profesional, dan itulah yang membuat Piala FA tetap istimewa. Undian yang mempertemukan klub dari berbagai divisi secara acak sering menghasilkan cerita yang tidak mungkin dirancang sebelumnya, termasuk kisah keluarga seperti yang akan tersaji di laga tersebut.
Apa arti hasil undian ini bagi klub besar dan klub kecil
Untuk Leicester, hasil undian ini menempatkan mereka pada posisi yang serba salah. Menang adalah kewajiban, sementara kekalahan akan menjadi bahan perbincangan panjang. Russell Martin harus mencari keseimbangan antara memberi menit bermain kepada pemain pelapis dan menjaga kekuatan tim agar tidak kehilangan muka di kompetisi yang pernah mereka menangi pada 2021.
Bagi Oxford City, laga ini punya nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil akhir. Menjamu klub sebesar Leicester menghadirkan sorotan media, antusiasme penonton, dan pengalaman berharga bagi para pemain yang sebagian besar berkompetisi di level semi-profesional. Pertandingan seperti ini sering menjadi titik balik bagi karier individu maupun eksposur sebuah klub kecil.
Bagi klub-klub kasta bawah lainnya, undian ini menentukan seberapa jauh perjalanan mereka bisa berlanjut. Tim seperti Tadley Calleva dan AFC Rushden & Diamonds sudah menempuh jalan panjang melalui babak kualifikasi, dan kini mereka berada satu langkah dari pertemuan yang bisa mengubah musim mereka secara keseluruhan.
Konteks lebih luas: pesona Piala FA dan kejutan yang selalu mengintai
Piala FA sejak lama dikenal sebagai kompetisi yang mempertemukan seluruh lapisan piramida sepak bola Inggris dalam satu undian terbuka. Format inilah yang membuat klub amatir bisa berdiri sejajar dengan tim papan atas, meski hanya untuk satu pertandingan. Bagi banyak klub kecil, kesempatan itu lebih bernilai daripada sekadar trofi.
Sejarah juga menunjukkan bahwa status favorit tidak menjamin apa pun. Leicester sendiri pernah merasakan sisi manis kompetisi ini ketika menjuarainya pada 2021, tetapi kini mereka datang sebagai tim League One yang sedang mencari bentuk permainan terbaik. Perubahan posisi dalam beberapa tahun terakhir menjadi pengingat bahwa Piala FA tidak mengenal hierarki yang permanen.
Dengan jadwal pertandingan yang bergulir sekitar 7 November, perhatian kini beralih ke laga-laga kualifikasi yang masih menyisakan tempat bagi beberapa klub. Tim yang belum memastikan langkah, seperti Aldershot Town, Macclesfield, dan Chesham United, masih harus menyelesaikan urusan sebelum tahu siapa lawan mereka di putaran pertama sesungguhnya.
Kesimpulan
Undian putaran pertama Piala FA 2026-27 menyajikan beragam cerita sekaligus: Leicester City yang harus melawat ke Oxford City, duel ayah dan anak antara Robbie dan Charlie Savage, serta perjalanan tim-tim kecil seperti Tadley Calleva dan AFC Rushden & Diamonds. Semua itu berangkat dari satu undian yang melibatkan 91 tim dan empat klub yang baru pertama kali menembus putaran pertama.
Yang membuat kompetisi ini tetap dinanti bukan hanya pertemuan antarklub besar, melainkan kemungkinan bahwa tim sekecil apa pun bisa mencuri satu malam bersejarah. Ketika bola mulai bergulir sekitar 7 November, pertanyaan yang paling menarik bukanlah siapa yang diunggulkan, melainkan siapa yang berani mengambil kesempatan itu.
