Backheel Dom Ballard: Kandidat Gol Awal Musim Terbaik
Gol awal musim seperti apa yang berpeluang dinobatkan sebagai gol terbaik saat kompetisi berakhir? Pertanyaan inilah yang muncul setelah Dom Ballard mencetak backheel volley sensasional untuk Bristol City melawan Birmingham City di pekan kedua Championship. Ricardio Sentulio, salah satu pembaca, memicu diskusi dengan bertanya sejak kapan gol paling awal dalam satu musim bisa langsung memenangkan penghargaan gol terbaik.

Gol Ballard tercipta pada 22 Agustus, hanya di pekan kedua kompetisi, dan langsung disebut-sebut layak menjadi kandidat Puskás Award. Eksekusinya yang tidak masuk akal semakin sempurna karena bola sempat menyentuh mistar gawang sebelum akhirnya masuk. Meskipun musim 2026-27 masih panjang, banyak yang yakin gol ini punya peluang besar menjadi yang terbaik di Championship musim ini.
Rekam Jejak Gol Terbaik Musim yang Tercipta Paling Awal
Sebelum Ballard, ada Marco Matias yang mencetak gol luar biasa untuk Sheffield Wednesday melawan Leeds United pada 22 Agustus, tepat 11 tahun sebelum gol Ballard tercipta. Namun, laga derbi Yorkshire itu merupakan pekan keempat, sehingga secara teknis gol Matias datang lebih lambat di musim 2015-16 dibandingkan gol Ballard. Meski begitu, Matias tetap dinobatkan sebagai peraih gol terbaik musim pada April 2016.
Rekor gol terbaik musim paling awal di Championship ditemukan pada musim 2022-23, yaitu gol Ismaïla Sarr untuk Watford. Pemain asal Senegal yang kini membela Crystal Palace itu mencetak gol dari garis tengah lapangan untuk menaklukkan West Brom pada hari pembukaan musim, 8 Agustus. Golnya tercipta hanya 12 menit setelah pertandingan dimulai, sehingga sejauh ini belum ada yang lebih awal dari itu.
Beckham, Tierney, dan Jota: Bukti Gol Awal Musim Bisa Berjaya
David Beckham juga pernah mencetak gol ikonik di hari pembukaan musim 1996-97 ketika Manchester United menghadapi Wimbledon. Gol lob dari garis tengah lapangan yang memperdayai Neil Sullivan itu kemudian terpilih sebagai gol terbaik Premier League musim tersebut. Gol Beckham terjadi 11 hari setelah gol Sarr, tetapi masuk pada menit ke-87, atau 75 menit lebih lambat dibandingkan gol Sarr dalam hitungan menit pertandingan.
Di Skotlandia, Kieran Tierney pernah memenangkan penghargaan SPFA Goal of the Season 2017-18 untuk golnya bersama Celtic melawan Kilmarnock di Piala Liga. Gol itu tercipta pada 8 Agustus 2017, tanggal yang sama dengan gol Sarr, tetapi laga piala itu justru berlangsung tiga hari setelah pertandingan liga pertama Celtic. Celtic mengawali musim itu dengan kemenangan 4-1 atas Hearts pada 5 Agustus 2017.
Ada juga cerita Jota yang pernah meraih penghargaan gol terbaik bulan Agustus untuk Celtic, padahal golnya dicetak pada 31 Juli 2022 di pertandingan pertama melawan Aberdeen. Ini menunjukkan bahwa label gol terbaik tidak selalu berpatokan pada kalender kompetisi secara kaku. Selama kualitasnya luar biasa, penghargaan bisa datang kapan saja, bahkan untuk gol yang lahir sebelum musim resmi bergulir.
Kisah Unik Schalke: Gol Terbaik dari Pemain yang Bukan Pemainnya
Schalke punya cerita paling unik dalam kategori ini, meskipun golnya tidak sepenuhnya masuk dalam pembahasan gol awal musim. Klub Jerman itu pernah memberikan penghargaan gol terbaik tahun 2013 untuk sebuah gol yang tercipta pada 27 Juli, lengkap dengan tiga catatan khusus. Pertama, gol itu terjadi di laga pramusim; kedua, dicetak oleh pemain yang saat itu bahkan bukan bagian dari skuad Schalke; dan ketiga, golnya hanya berupa tap-in dari jarak dua yard.
Pemain yang dimaksud adalah Raúl, yang setelah dua musim sukses di Schalke memutuskan pindah ke Al-Sadd. Sebagai bagian dari kesepakatan transfer, digelar laga persahabatan di Gelsenkirchen pada 27 Juli 2013, dan Raúl setuju bermain di babak pertama untuk Al-Sadd lalu di babak kedua untuk Schalke. Mantan penyerang Real Madrid itu mencetak dua gol untuk Schalke di babak kedua, dengan gol pertamanya berupa penyelesaian right-place-right-time yang sederhana.
Lalu mengapa gol tap-in itu justru dinobatkan sebagai gol terbaik Schalke tahun tersebut? Jawabannya terletak pada assist dari Julian Draxler yang saat itu masih remaja. Umpan Draxler disebut begitu brilian sehingga membuat gol sederhana itu terasa istimewa dan layak mendapat penghargaan.
Pemain-Manajer yang Tetap Dipanggil Timnas
Selain membahas gol awal musim, The Knowledge juga mendapat pertanyaan tentang pemain-manajer yang pernah dipanggil tim nasional. Kenny Dalglish menjadi pemain-manajer Liverpool pada musim panas 1985 dan kemudian tetap bermain untuk Skotlandia, termasuk di leg pertama play-off Piala Dunia melawan Australia. Ia meraih caps ke-100 saat melawan Rumania pada Maret 1986, tetapi akhirnya mundur dari skuad Piala Dunia karena cedera lutut yang didapat di final Piala FA.
Skotlandia sendiri ditangani Alex Ferguson secara sementara setelah wafatnya Jock Stein, dan tetap membawa seorang pemain-manajer ke Piala Dunia 1986. Graeme Souness, yang baru ditunjuk sebagai manajer Rangers pada April, tampil di dua pertandingan pertama melawan Denmark dan Jerman Barat, tetapi kesulitan menghadapi kondisi ketinggian di Meksiko. Souness bahkan mengaku tidak pernah merasa seburuk itu di lapangan sepak bola seperti saat melawan Jerman Barat, sehingga Ferguson memilih mencoretnya dari laga terakhir melawan Uruguay.
Johnny Giles melangkah lebih jauh lagi karena memegang posisi pemain-manajer untuk klub dan tim nasional secara bersamaan. Giles menjadi pemain-manajer Republik Irlandia mulai Mei 1973 hingga Maret 1980, sambil tetap bermain untuk Leeds United pada 1973-75 dan menjadi pemain-manajer West Bromwich Albion pada 1975-77 serta Shamrock Rovers pada 1977-80. Dalam periode itu, ia menyeleksi dirinya sendiri untuk 24 dari 59 penampilan internasionalnya bersama Republik Irlandia.
Selain nama-nama besar di atas, masih ada banyak contoh lain dari berbagai era yang tak kalah menarik. Bruce Mair disebut telah melakukan riset mendalam untuk menemukan kasus-kasus ini. Berikut beberapa di antaranya:
- Andy Aitken: pemain-manajer paling awal yang ditemukan, meraih tiga caps untuk Skotlandia saat memimpin Middlesbrough (1907-08) dan tiga caps lagi sebagai pemain-manajer Leicester Fosse (1910-11).
- Orvar Bergmark: 41 caps untuk Swedia, termasuk perjalanan ke final Piala