Kontroversi Imbang Aljazair vs Austria: Drama Piala Dunia 2026 dan Tuduhan Konspirasi

Warisan Skandal Gijon 1982 Kembali Mencuat

Empat puluh empat tahun setelah “Disgrace of Gijon” mewarnai Piala Dunia 1982, Aljazair dan Austria kembali bertemu di panggung yang sama. Laga akhir Grup J Piala Dunia 2026 ini menyisakan cerita dramatis nan kontroversial. Hasil imbang 3-3 pada Minggu pagi, 9 Juni 2026, membuat kedua tim lolos ke babak gugur sekaligus menyingkirkan Iran. Namun, di balik skor akhir yang menegangkan, tuduhan konspirasi dan pengaturan skor justru ramai diperbincangkan.

Skandal Gijon sendiri merupakan pertandingan antara Jerman Barat dan Austria pada 1982 yang berakhir 1-0. Hasil itu menguntungkan kedua tim dan membuat Aljazair tersingkir. Kini, situasi serupa terjadi: hasil imbang apa pun antara Aljazair dan Austria sama-sama menguntungkan. Drama gol menit akhir pun mewarnai laga, memicu spekulasi bahwa sejarah kembali terulang secara sengaja.

Kronologi Pertandingan Sengit di Kansas City

Laga yang digelar di Kansas City itu dimulai dengan tempo lambat. Austria unggul lebih dulu lewat Marko Arnautovic pada menit ke-28. Rafik Belghali menyamakan kedudukan jelang turun minum (45′). Memasuki babak kedua, Marcel Sabitzer kembali membawa Austria unggul (55′). Hanya butuh lima menit bagi Riyad Mahrez untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Ketika laga memasuki masa injury time, Mahrez mencetak gol keduanya pada menit ke-90+3, yang seolah menjadi pemenang dan membuat Austria tersingkir. Namun, di detik-detik akhir, Sasa Kalajdzic muncul sebagai pahlawan Austria. Sundulannya pada menit ke-90+6 mengubah skor menjadi 3-3 dan mengirimkan kedua tim ke babak gugur. Bagi Iran, hasil imbang 1-1 melawan Mesir membuat mereka harus pulang lebih awal.

Teori Konspirasi yang Merebak di Media Sosial

Kemenangan Iran sirna seketika. Banyak pendukung Iran merasa dikhianati dan meminta FIFA menyelidiki pertandingan. Mereka menyoroti beberapa momen dalam laga yang dianggap janggal dan seperti sudah dipersiapkan. Beberapa unggahan di media sosial menuding Austria “berjalan santai” hingga Aljazair menyamakan skor. Seorang penggemar bahkan menyebut laga ini “skandal paling sempurna yang pernah saya lihat.”

Bukti-Bukti yang Dipertanyakan

  • Awal laga yang lamban: Gol Arnautovic pada menit ke-28 baru merupakan tembakan pertama yang mengarah ke gawang. Sepanjang babak pertama, tempo pertandingan sangat datar.
  • Situasi 2-2 yang aneh: Beberapa klip memperlihatkan kedua tim seperti tidak bernafsu mencetak gol kemenangan saat skor masih imbang 2-2. Mereka seperti menjalani ritual tanpa gairah.
  • Konfrontasi di bangku cadangan: Setelah gol kedua Mahrez, kamera menangkap ketegangan antara bench kedua tim. Sebagian menafsirkan itu sebagai ekspresi frustrasi karena hasil imbang yang direncanakan buyar.
  • Pesan rahasia Mandi ke Mahrez: Video memperlihatkan Aissa Mandi (Aljazair) menutup mulut saat berbicara dengan Mahrez. Seorang penggemar menulis bahwa Mandi memberi tahu Mahrez bahwa jika menang, lawan di babak 32 besar adalah Spanyol, bukan Swiss—yang akhirnya terjadi setelah Austria menyamakan kedudukan.

Bantahan Keras dari Kedua Pelatih

Pelatih Austria, Ralf Rangnick, dengan tegas membantah adanya kesepakatan untuk mengatur skor. Ia menyebut tuduhan itu “gila” dan tidak masuk akal. “Jika seorang Alfred Hitchcock menulis drama seperti ini, saya pasti bilang dia benar-benar gila,” ujar Rangnick. Menurutnya, 15 menit akhir pertandingan justru membuktikan bahwa tidak ada yang sengaja mengatur hasil, terutama karena gol penyeimbang Austria baru tercipta di detik-detik terakhir.

Pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, juga angkat bicara. “Saya sangat senang karena pada akhirnya, sepak bola yang menang. Skor 3-3 sudah menjelaskan segalanya,” katanya. Kedua pelatih sepakat bahwa hasil imbang ini murni karena sepak bola yang indah dan dramatis, bukan rekayasa licik.

Jadwal Babak Gugur: Langkah Selanjutnya

Setelah kontroversi ini, Austria akan berhadapan dengan Spanyol di Los Angeles pada Kamis, 2 Juli 2026. Sementara Aljazair akan melawan Swiss di Vancouver pada Jumat, 3 Juli 2026. Kedua tim tentu berharap bisa melupakan hiruk-pikuk tuduhan konspirasi dan fokus penuh pada pertandingan hidup-mati berikutnya. Apapun yang terjadi, laga Aljazair vs Austria telah menambah daftar panjang drama kontroversial Piala Dunia yang tak terlupakan.

Exit mobile version