Jack Grealish kembali mencuri perhatian setelah tampil mengejutkan di laga Community Shield akhir pekan kemarin. Pemain sayap berusia 30 tahun itu masuk di babak kedua saat Manchester City tumbang 0-3 dari Arsenal di Cardiff, dan penampilannya langsung memicu spekulasi soal masa depan Jack Grealish di klub. Pertanyaannya sekarang: apakah ini awal babak baru di Etihad, atau justru etalase untuk menarik minat klub lain?
Kepastian ini datang di tengah situasi yang pelik bagi sang pemain. Grealish menghabiskan musim lalu dipinjamkan ke Everton, tetapi The Toffees memutuskan untuk tidak mempermanenkan dirinya. Pelatih anyar City, Enzo Maresca, mengakui performa Grealish di laga itu cukup baik, namun ia juga menegaskan bahwa jendela transfer masih terbuka dan segala kemungkinan bisa terjadi.
Penampilan Grealish yang Kembali Mencuri Perhatian
Grealish menggantikan Jeremy Doku saat jeda istirahat, ketika City tertinggal 2-0 dari Arsenal. Ia diberi waktu 45 menit bermain di sisi kiri, dan itu menjadi penampilan pertamanya untuk City sejak menjadi pemain pengganti di laga melawan Bournemouth pada Mei 2025. Secara keseluruhan, ini adalah laga ke-158 Grealish berseragam Manchester City di semua kompetisi.
Catatan permainannya cukup rapi untuk seseorang yang baru pulih dari cedera. Grealish melepaskan beberapa umpan silang berbahaya dan menyelesaikan 21 dari 24 operan yang ia coba. Pengamat BBC Radio 5 Live, Pat Nevin, menilai penampilan Grealish kali ini memperlihatkan fisik yang prima. Menurutnya, Grealish tidak banyak melewati lawan secara langsung, tetapi ia pandai menciptakan ruang dan mengirim umpan silang yang akurat.
Perjalanan Karier Grealish yang Penuh Pasang Surut di City
Manchester City menebus Grealish dari Aston Villa dengan harga 100 juta pound sterling pada 2021, menjadikannya salah satu rekrutan termahal dalam sejarah klub. Pada dua musim pertamanya, Grealish tampil rutin dan menjadi bagian penting dari tim yang meraih Treble pada 2022-23, termasuk tampil di final Liga Champions saat mengalahkan Inter Milan. Ia juga sempat menjadi idola baru para pendukung karena gaya bermainnya yang menghibur.
Namun, musim berikutnya menit bermainnya merosot tajam. Grealish hanya membuat 10 starter di Premier League karena posisinya tergeser oleh Jeremy Doku. Saat itu, ia sempat mengisyaratkan adanya masalah di luar lapangan, sementara Pep Guardiola menegaskan bahwa gaya bermain Grealish-lah yang menjadi pembeda, bukan faktor lain. Guardiola menilai performa di lapangan adalah satu-satunya alasan ia kehilangan tempat.
Kondisi itu semakin memburuk pada musim 2024-25. Grealish hanya mengawali tujuh laga liga dan bahkan dicoret dari skuad Piala Dunia Antarklub. Cap internasional terakhirnya bersama Inggris terjadi pada Oktober 2024, dan ia pun semakin jarang terdengar namanya di pemberitaan. Banyak pengamat menilai gaya bermain Guardiola perlahan menghilangkan naluri bermain bebas yang menjadi ciri khas Grealish.
Kilau Sesaat di Everton yang Berakhir Cedera
Musim lalu, Grealish menjalani masa peminjaman di Everton dan permulaannya berjalan luar biasa di bawah asuhan David Moyes. Ia memenangi penghargaan Pemain Terbaik Premier League bulan Agustus setelah mencatat empat assist dalam tiga pertandingan pembuka. Moyes memuji kembalinya Grealish dan menyebutnya sebagai pembeda besar bagi tim, sekaligus menegaskan bahwa ini baru awal dari kebangkitannya.
Akan tetapi, performa impresif itu tidak bertahan. Cedera kaki yang diderita Grealish pada Januari memaksanya mengakhiri musim lebih cepat, dan Everton akhirnya memilih tidak mempermanenkan pemain yang kabarnya ditebus dengan nilai 50 juta pound sterling oleh City. Keputusan itu membuka kembali tanda tanya mengenai masa depan Jack Grealish di bursa transfer musim panas ini.
Masa Depan Jack Grealish: Opsi yang Tersisa
Bertahan dan Bersaing di Bawah Maresca
Grealish sebenarnya masih memiliki peluang untuk memulai babak baru di Manchester City. Maresca menyatakan bahwa pemain yang masih ada di skuad akan bekerja setiap hari dan mendapat menit bermain jika layak. Namun, Nevin meragukan banyak orang percaya Grealish bisa menjadi pembeda bagi City musim ini, mengingat kedalaman skuad yang dimiliki sang juara bertahan.
Menurut Nevin, penampilan Grealish kali ini lebih seperti etalase untuk menunjukkan bahwa ia masih bugar dan siap bagi klub peminat. “Ia sudah cukup meyakinkan saya bahwa ia bisa melakukan pekerjaan dengan baik untuk suatu tim,” kata Nevin. Dengan sisa kontrak satu tahun dan gaji sekitar 300 ribu pound sterling per pekan, City kemungkinan besar akan menerima tawaran pinjaman atau harga yang lebih rendah.
Kembali ke Everton?
Everton tetap menjadi tujuan yang paling realistis bagi Grealish. Jurnalis BBC Radio Merseyside, Giulia Bould, mengatakan The Toffees masih ingin merekrut Grealish lagi, kemungkinan besar dengan status pinjaman. Syaratnya, pemain itu harus pulih total dari operasi kaki yang ia jalani pada Januari lalu.
Bould juga menyoroti bahwa Grealish tidak pernah menyembunyikan kecintaannya bermain untuk Everton. Bahkan, bio media sosialnya pun masih mencantumkan Everton sebagai klubnya saat ini. Jika semua pihak bisa mencapai kesepakatan, kembalinya Grealish ke Goodison Park sangat mungkin terjadi.
Pulang ke Aston Villa, atau ke Luar Negeri?
Aston Villa juga dikaitkan dengan kepulangan anak emas mereka. Daz Hale dari BBC Radio WM menyebut ada nuansa romantis dalam skenario kembalinya sang anak hilang. Villa musim ini bermain di Liga Champions dan membutuhkan kedalaman skuad, apalagi mereka baru saja kehilangan Morgan Rogers.
Di luar itu, sejumlah media mengabarkan bahwa Atletico Madrid milik Diego Simeone tengah memantau situasi Grealish. Pindah ke luar negeri bisa menjadi opsi menarik untuk memulai lembaran baru, meski belum ada pembicaraan konkret yang terungkap. Jendela transfer masih terbuka sekitar dua pekan, dan Grealish harus menentukan arah kariernya dalam waktu dekat.
Pada akhirnya, Grealish masih tercatat sebagai pemain Manchester City. Peluang untuk merevitalisasi kariernya di Etihad tetap ada, tetapi kenyataannya ia lebih mungkin hengkang daripada bertahan. Empat opsi — bertahan, kembali ke Everton, pulang ke Villa, atau pindah ke luar negeri — masih terbuka lebar menunggu keputusan.
Yang jelas, penampilannya di Community Shield memberi sinyal positif bahwa Grealish belum habis. Kini, keputusan ada di tangan klub dan pemain, apakah ia akan memanfaatkan kesempatan kedua di City atau mencari peruntungan baru di tempat lain.
