Penyerang Alessia Russo resmi menyandang gelar pemain terbaik wanita Inggris pada musim ini. Pemain berusia 27 tahun itu memenangi penghargaan tahunan tersebut setelah mengalahkan dua pesaing kuat dari Chelsea, yakni Lucy Bronze dan Hannah Hampton. Yang membuat gelar ini terasa istimewa, pemenangnya ditentukan sepenuhnya melalui suara para penggemar, bukan panel juri internal.
Bagi Russo, ini bukan kali pertama ia menerima penghargaan serupa. Dua musim lalu ia juga menyandang titel yang sama, sehingga pencapaian kali ini menegaskan posisinya sebagai salah satu pilar paling konsisten di lini depan tim nasional Inggris. Kabar ini sekaligus menjadi penanda penting menjelang laga krusial yang sudah menanti timnya dalam waktu dekat.
Performa Alessia Russo di Musim 2025-26
Sepanjang kampanye 2025-26, Russo nyaris tidak pernah absen. Ia tampil di seluruh 10 pertandingan yang dilakoni Inggris dan menyumbang lima gol, catatan yang menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya soal jumlah gol semata, tetapi juga kehadiran yang stabil di setiap laga. Dari sepuluh penampilan itu, sembilan di antaranya ia jalani sebagai starter.
Yang lebih menarik, Russo selalu masuk dalam starting eleven pada enam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2027. Kepercayaan penuh dari tim pelatih ini memperlihatkan bahwa ia dianggap sebagai pilihan utama, bahkan ketika Inggris menghadapi laga-laga yang menentukan kelolosan ke putaran final.
Bukti ketajamannya kembali terlihat pekan lalu. Russo mencetak gol ketiga saat Inggris mengalahkan Yunani dengan skor 3-1 pada leg pertama semifinal play-off Piala Dunia 2027. Gol tersebut menjadi modal berharga bagi Inggris sebelum melakoni leg kedua yang dijadwalkan berlangsung di King Power Stadium, Leicester, pada Selasa.
Menyingkirkan Dua Pemain Chelsea dalam Voting Penggemar
Kompetisi memperebutkan gelar ini berlangsung ketat. Russo harus bersaing dengan Lucy Bronze dan Hannah Hampton, dua nama penting yang sama-sama memperkuat Chelsea dan dikenal punya kontribusi besar di level klub maupun tim nasional. Karena pemenangnya ditentukan oleh pemungutan suara penggemar, kemenangan Russo mencerminkan besarnya dukungan publik terhadap performanya.
Russo sendiri menyebut penghargaan ini sebagai sesuatu yang sangat berarti. “Menerima penghargaan ini sungguh istimewa, terutama karena datang langsung dari para penggemar. Saya sangat berterima kasih atas dukungan mereka,” ujarnya. Ia juga tidak lupa menyinggung peran rekan-rekan setimnya dalam pencapaian tersebut.
“Terima kasih besar juga untuk rekan-rekan setim saya — semuanya selalu tentang kolektif,” tambahnya. Pernyataan itu menggambarkan bagaimana ia memandang kesuksesan individu sebagai hasil kerja sama tim, bukan sekadar pencapaian pribadi.
Perjalanan Panjang Bersama Timnas Inggris
Nama Russo bukan nama baru di skuad Inggris. Ia telah memperkuat negaranya di setiap level kelompok umur, mulai dari tim U-15 hingga akhirnya menembus tim senior. Debutnya di level internasional terjadi ketika ia masuk sebagai pemain pengganti melawan Spanyol pada laga terakhir SheBelieves Cup 2020.
Sejak saat itu, perjalanannya bersama timnas terus menanjak. Russo kini telah mengoleksi 31 gol dalam 68 pertandingan bersama Inggris, catatan yang menempatkannya sebagai salah satu penyerang paling produktif di generasinya. Kontribusinya juga ikut mengantar Inggris menjuarai Euro 2022, lalu mempertahankan gelar juara tersebut tiga tahun berselang.
Rekam jejak itu menjelaskan mengapa penghargaan pemain terbaik tahun ini terasa seperti konsekuensi wajar dari konsistensi jangka panjang. Russo bukan hanya mencetak gol, tetapi juga menjadi bagian dari fondasi tim yang berhasil meraih trofi besar dalam beberapa tahun terakhir.
Dampak bagi Arsenal dan Persaingan Liga
Di level klub, Russo memperkuat Arsenal dan tampil tajam sepanjang musim lalu. Ia tercatat sebagai pencetak gol terbanyak di antara pemain Inggris di Women’s Super League dengan 13 gol, sekaligus menyumbang enam assist. Angka-angka itu menjadikannya aset penting bagi lini serang Arsenal di kompetisi domestik.
Salah satu momen kuncinya terjadi pada Mei, ketika ia mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 di markas Aston Villa. Hasil tersebut membantu Arsenal mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions, sesuatu yang berdampak besar bagi ambisi klub di musim berikutnya. Konsistensi Russo di level klub inilah yang membuat namanya terus diperhitungkan, baik di skala nasional maupun Eropa.
Pencapaian ini juga memberi sinyal bagi persaingan antar klub. Kehadiran pemain sekaliber Russo di Arsenal memperkuat daya saing tim di garis depan, sekaligus menambah tekanan bagi klub-klub pesaing yang ingin bersaing di papan atas WSL maupun kompetisi Eropa.
Jalan Menuju Ballon d’Or dan Piala Dunia 2027
Performa apik Russo membuatnya masuk dalam daftar 30 pemain yang dinominasikan untuk Ballon d’Or kategori putri pada September lalu. Dari daftar tersebut, Alex Greenwood menjadi satu-satunya pemain Inggris lain yang turut masuk dalam shortlist, sehingga keberadaan Russo menegaskan posisinya di antara elite sepak bola wanita dunia.
Kombinasi penghargaan penggemar, catatan gol yang solid, dan nominasi individu menunjukkan bahwa perjalanan Russo masih berada di jalur menanjak. Pada usia 27 tahun, ia berada di fase karier yang biasanya menjadi puncak bagi seorang penyerang, terutama dengan dukungan menit bermain yang terus diberikan pelatih.
Fokus berikutnya tentu mengarah ke laga leg kedua melawan Yunani di Leicester. Jika Inggris berhasil melewati rintangan ini, kans tampil di Piala Dunia 2027 semakin terbuka, dan Russo berpeluang kembali membuktikan kualitasnya di panggung terbesar sepak bola wanita.
Penutup
Gelar pemain terbaik wanita Inggris yang diraih Alessia Russo adalah pengakuan atas konsistensi yang ia bangun selama bertahun-tahun, mulai dari level kelompok umur hingga menjadi penyerang andalan Arsenal dan timnas. Ia meraihnya lewat suara penggemar, mengalahkan dua pemain Chelsea, dengan catatan lima gol dalam 10 laga serta peran penting di kualifikasi Piala Dunia 2027.
Dengan Ballon d’Or dalam jangkauan dan leg kedua melawan Yunani menanti, langkah Russo berikutnya akan menjadi penentu seberapa jauh pencapaiannya musim ini. Apa pun hasilnya, penampilannya sejauh ini sudah cukup menunjukkan bahwa ia layak disebut sebagai salah satu nama terdepan dalam sepak bola wanita saat ini.
