Football Australia Desak FIFA tanpa Minta Infantino Mundur

Football Australia Desak FIFA dan Dukung AFC

Football Australia kini resmi mendesak FIFA untuk mengambil tindakan nyata di tengah krisis yang tengah mengguncang dunia sepak bola. Dalam pernyataan resminya, federasi sepak bola Australia itu menyerukan “tindakan yang jelas dan kredibel” sebagai jawaban atas gejolak kepemimpinan di FIFA. Namun demikian, mereka tidak sampai menuntut pengunduran diri Presiden FIFA Gianni Infantino.

Infantino

Pernyataan tiga paragraf yang dirilis pada Selasa itu justru memperkuat posisi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yang sehari sebelumnya melancarkan kritik jauh lebih tajam terhadap Infantino. Dengan langkah ini, Australia bergabung dalam paduan suara yang semakin nyaring menekan presiden FIFA asal Swiss tersebut. Tekanan ini datang dari berbagai konfederasi, mulai dari Amerika Utara, Eropa, hingga Asia.

Pokok Sikap yang Disuarakan Football Australia

Dalam pernyataan resminya, Football Australia menegaskan dukungan penuh terhadap sikap AFC bahwa rentetan peristiwa beberapa pekan terakhir harus dijawab dengan tindakan yang jelas dan kredibel. Tindakan tersebut, menurut mereka, harus mampu memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas di dalam FIFA. Football Australia juga menyoroti perlunya proses yang transparan dan independen untuk mengusut apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana dan mengapa hal itu bisa terjadi.

Federasi ini ingin mengidentifikasi di titik mana tata kelola, komunikasi, dan pengambilan keputusan FIFA mengalami kegagalan. Mereka menekankan pentingnya menarik pelajaran berharga serta mengambil langkah perbaikan agar krisis serupa tidak kembali terulang di masa depan. Football Australia pun berkomitmen untuk terus terlibat aktif dan konstruktif bersama AFC dan asosiasi anggota lainnya selama proses ini bergulir.

Kronologi Krisis Kepemimpinan di FIFA

Krisis ini berawal dari usulan Fifa Forward Enterprise yang dilontarkan Infantino pada akhir bulan lalu. Rencana tersebut memicu reaksi keras karena dinilai akan memprivatisasi sebagian turnamen Piala Dunia. Setelah gelombang penolakan datang dari berbagai pihak, Infantino akhirnya menarik kembali usulannya, tetapi keputusan itu gagal membendung amarah yang terus membesar.

Sebelum pernyataan Football Australia keluar, AFC telah mengirimkan surat yang ditandatangani langsung oleh Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa. Surat yang juga ditandatangani Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Presiden Concacaf Victor Montagliani itu menuntut “kepemimpinan yang melayani sepak bola, bukan yang ingin memerintahnya”. Ini menjadi eskalasi paling jelas dari perlawanan terhadap cengkeraman Infantino atas sepak bola dunia.

Tekanan ini datang di saat yang krusial, sebab pemilihan presiden FIFA akan digelar tahun depan. Infantino yang telah memimpin FIFA selama satu dekade kini menghadapi ancaman nyata terhadap posisinya. AFC sendiri menaungi 46 asosiasi anggota yang terafiliasi dengan FIFA, sehingga hilangnya dukungan dari konfederasi ini menjadi pukulan yang signifikan.

Dukungan yang Masih Tersisa untuk Infantino

Di tengah derasnya kritik, Infantino masih memiliki sederet pendukung setia. Negara-negara di kawasan Afrika dan Amerika Selatan dikabarkan tetap berada di belakangnya, begitu pula Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump bahkan menulis di platform Truth Social pada Selasa bahwa menggulingkan Infantino dari kursi presiden FIFA akan menjadi “kesalahan besar”.

Menariknya, dukungan terhadap Infantino juga masih muncul dari dalam kawasan Asia sendiri. Beberapa anggota AFC yang menyatakan dukungan sebelum surat terbaru Sheikh Salman dirilis antara lain:

  • Qatar
  • Uni Emirat Arab
  • Lebanon
  • Kuwait
  • Bhutan
  • Sri Lanka

Kondisi ini menunjukkan bahwa konfederasi-konfederasi mulai terpecah dalam menyikapi krisis yang tengah berlangsung. Perpecahan ini menjadi tantangan tersendiri bagi upaya membangun koalisi besar untuk perubahan di FIFA.

Posisi Australia di Tengah Gejolak Sepak Bola Dunia

Pernyataan Football Australia ini sekaligus memperjelas di posisi mana Australia berdiri dalam peta kekuatan sepak bola dunia. Meski tergolong pemain kecil dalam gerakan melawan Infantino, sikap Australia memberi sinyal penting bahwa dukungan terhadap presiden FIFA kian menipis. Federasi yang sedang tercekik masalah keuangan ini sebenarnya bakal diuntungkan oleh investasi tambahan yang dijanjikan Infantino lewat Fifa Forward Enterprise.

Selain itu, timnas Socceroos juga sempat menjadi bagian dari Fifa Series tahun ini, sebuah turnamen undangan anyar yang dikembangkan pada masa kepemimpinan Infantino. Sebelumnya, Australia sempat terkesan enggan bergabung dalam kritik awal Eropa terhadap Infantino, dan sikap ini memicu kekhawatiran di komunitas sepak bola Australia. Kini federasi setempat memilih konsisten dengan rekan-rekan mereka di AFC, dari sekadar menyambut pencabutan proposal kontroversial hingga mendukung sikap tegas Sheikh Salman, meski tidak menjadi suara terdepan yang menyerukan perubahan.

Masuknya Football Australia ke dalam barisan penekan FIFA menambah panjang daftar federasi yang menginginkan perbaikan tata kelola organisasi sepak bola dunia. Meski Australia tidak menuntut mundur Infantino secara langsung, dukungannya terhadap AFC memperkuat momentum perubahan menjelang pemilihan presiden FIFA tahun depan. Semua mata kini tertuju pada langkah berikutnya dari Infantino dan bagaimana ia merespons tekanan yang semakin nyata dari berbagai penjuru dunia.