Transfer pemain Australia kembali mencuri perhatian dunia setelah Lucas Herrington, bek muda yang baru mencatat sejarah sebagai pemain Australia termuda yang menjadi starter di Piala Dunia pria, dilaporkan akan pindah ke Hull City. Klub yang baru promosi ke Premier League itu dikabarkan membayar sekitar £12,6 juta (A$24,1 juta) plus bonus £4,4 juta (A$8,4 juta). Nilai tersebut menjadikan Herrington pemain Australia termahal kedua sepanjang sejarah, hanya di belakang Harry Souttar.

Rekor transfer pemain Australia paling mahal masih dipegang Souttar, yang ditebus Leicester City dari Stoke City pada 2023 dengan paket £15 juta plus £5 juta bonus atau total sekitar A$38,3 juta. Nilai transfer Herrington memang masih sedikit di bawah rekor tersebut, tetapi bagi Colorado Rapids kesepakatan ini menjadi rekor penjualan tertinggi sepanjang sejarah klub. Hull City pun memecahkan rekor pembelian mereka sendiri, melampaui angka lebih dari £10 juta yang dibayarkan untuk Ryan Mason satu dekade lalu.
Rincian Transfer: Berapa Nilai Lucas Herrington?
Transfer ini menjadikan Herrington sebagai pembelian termahal Hull City sekaligus rekor penjualan baru bagi Colorado Rapids. Angka £12,6 juta yang disepakati hanya terpaut sekitar £2,4 juta dari rekor Australia milik Souttar, dan tambahan bonus £4,4 juta membuat total paketnya semakin mendekati rekor tersebut. Menariknya, Herrington baru berusia 18 tahun, sehingga banyak pihak meyakini rekor Souttar bakal segera jatuh ke tangannya dalam beberapa tahun ke depan.
Yang membuat pencapaian ini makin istimewa adalah kecepatan kariernya yang meroket. Dalam waktu singkat, ia naik dari pemain muda berbakat menjadi starter di Piala Dunia dan incaran klub-klub Eropa. Dengan lintasan karier seperti ini, bukan tidak mungkin nilai transfernya akan kembali memecahkan rekor saat ia pindah klub berikutnya.
Mengapa Memilih Hull City, Bukan Barcelona atau Liverpool?
Dalam beberapa bulan terakhir, nama Herrington juga dikaitkan dengan Barcelona dan Liverpool, dua klub raksasa Eropa yang jelas lebih bergengsi daripada Hull City. Sebagian orang mungkin menganggap kepindahan ke tim promosi Premier League sebagai langkah yang kurang glamor. Namun, pandangan itu mengabaikan fakta bahwa hanya beberapa tahun lalu minimnya wakil Australia di liga-liga elite Eropa justru menjadi keluhan besar banyak pihak.
Kepindahan ke MKM Stadium sebenarnya memberi keuntungan besar bagi perkembangan Herrington sebagai bek tengah. Di Hull, ia berpeluang tampil reguler di kompetisi senior, sesuatu yang mungkin sulit ia dapatkan jika bergabung ke tim sebesar Barcelona atau Liverpool. Bahkan jika Hull akhirnya hanya bertahan satu musim di Premier League, Herrington tetap akan menjadi pemain yang lebih matang setelah merasakan atmosfer panggung terbesar sepak bola klub.
Pengalaman semusim penuh bermain di level tertinggi akan menjadi modal berharga bagi kariernya. Selama tidak terjadi bencana besar, langkah ini hanya akan memperkuat posisinya di level tersebut.
