Timnas Inggris harus menghadapi ancaman petir, gangguan keamanan hotel, hingga dugaan spionase saat bersiap melawan Meksiko di Piala Dunia 2026. Laga babak 16 besar ini akan digelar di Stadion Azteca, Mexico City, dan disiarkan langsung oleh BBC. Meskipun secara materi pemain lebih unggul, berbagai tantangan eksternal membuat perjalanan Inggris tidak mudah.
Keamanan Hotel Diperketat Setelah Insiden Ekuador
Kedatangan skuad Inggris di Mexico City pada Sabtu disambut campuran antara sorakan dan cemoohan. Ratusan penggemar lokal sudah menunggu di luar hotel, ada yang meneriakkan “Mexico” dan ada pula yang mencemooh. Untuk mengantisipasi gangguan, aparat Garda Nasional dan polisi anti huru-hara dikerahkan berlapis-lapis di sekitar hotel di distrik Santa Fe.

Peningkatan keamanan ini terjadi setelah Ekuador melaporkan gangguan suara ke FIFA saat mereka menginap di hotel yang sama. Fans Meksiko sengaja menggunakan pengeras suara, klakson, dan sepeda motor di luar hotel hingga larut malam, membuat pemain Ekuador tidak bisa tidur. Akibatnya, Meksiko menang 2-0 pada laga sebelumnya.
Gangguan Suara dan Strategi Anti-Insomnia
Inggris khawatir kejadian serupa terulang. Manajemen tim menyediakan alat bantu tidur alami dan mesin white noise untuk meredam kebisingan. Beberapa pemain bahkan membawa penyumbat telinga sendiri. Gelandang serang Morgan Rogers mengatakan, “Saya tidak akan senang jika terbangun. Tapi kami siap menghadapi rintangan ini.”
Selain suara, ketinggian kota juga memengaruhi kualitas tidur. Mexico City berada di ketinggian sekitar 2.240 meter di atas permukaan laut, yang membuat sebagian orang kesulitan beradaptasi.
Cuaca Ekstrem: Petir dan Hujan Es Mengancam Laga
Ancaman lain datang dari langit. Badai petir diperkirakan terjadi pada Minggu sore hingga malam, tepat saat pertandingan dijadwalkan. FIFA sempat mempertimbangkan memajukan jadwal enam jam lebih awal, namun akhirnya batal setelah protes dari FA dan federasi Meksiko. Pertandingan tetap pukul 18.00 waktu setempat, meskipun tetap berpotensi ditunda jika cuaca memburuk.
Presenter cuaca BBC, Ben Rich, menjelaskan bahwa badai petir biasa terjadi di Mexico City pada musim ini, namun risiko hari Minggu tergolong tinggi. “Badai bisa disertai petir dan hujan es. Aktivitas petir paling sering terjadi pada sore hingga malam, yang bisa memengaruhi waktu kick-off,” ujarnya. Sebelumnya, laga Meksiko vs Ekuador di stadion yang sama sempat tertunda satu jam karena petir.
Penundaan tentu menjadi kabar buruk bagi pemain, penonton, dan jutaan fans di Inggris yang sudah bersiap begadang.
Ketinggian: Kelemahan Fisik Inggris vs Keunggulan Meksiko
Bermain di ketinggian 2.240 meter membuat pasokan oksigen berkurang. Idealnya, atlet membutuhkan satu hingga dua minggu untuk aklimatisasi agar tubuh memproduksi lebih banyak sel darah merah. Inggris baru tiba dua hari sebelum laga, sementara Meksiko sudah terbiasa karena menjalani empat pertandingan sebelumnya di ketinggian serupa.
Dr. Barney Wainwright dari Leeds Beckett University menjelaskan bahwa kapasitas aerobik maksimal turun sekitar 10% di ketinggian seperti ini. “Kecepatan sprint maksimal tidak terpengaruh, tapi pemain butuh waktu lebih lama untuk pulih dan mengulang sprint,” katanya. Manajer Thomas Tuchel pun mengakui timnya berada dalam “kerugian besar” karena tidak bisa beradaptasi secara fisik.
Sebagai perbandingan, tim rugby Inggris yang akan bertanding di Johannesburg (ketinggian 1.753 m) sudah melakukan persiapan khusus dengan masker latihan pengurang oksigen. Namun, tim sepak bola Inggris tidak memiliki waktu tersebut.
Kekhawatiran Spionase di Tempat Latihan
Menurut laporan Daily Mail, Inggris sengaja menunda keberangkatan dari kamp latihan di Kansas City, Missouri, ke Mexico City untuk menghindari kemungkinan spionase. Selama turnamen, mereka rutin berlatih di pusat latihan di AS yang dijaga ketat polisi dan satpam. Sebaliknya, La Cantera—tempat latihan klub Pumas di Mexico City—dianggap kurang terlindungi dari potensi mata-mata.
Tuchel dilaporkan ingin merahasiakan taktik yang diujicobakan dalam latihan, sehingga memilih tetap di Kansas City lebih lama meskipun aklimatisasi di Mexico City bisa lebih optimal. Situasi ini menambah panjang daftar tantangan yang harus dihadapi Inggris di Piala Dunia 2026.
Kesimpulan
Inggris datang ke Meksiko dengan status unggulan di atas kertas, namun berbagai hambatan—mulai dari ancaman petir, keamanan hotel, gangguan suara, ketinggian, hingga bayang-bayang spionase—membuat laga nanti menjadi ujian sesungguhnya. Meski demikian, skuad asuhan Thomas Tuchel menegaskan kesiapan mereka untuk mengatasi setiap rintangan. Pertandingan Inggris vs Meksiko di Stadion Azteca akan menjadi salah satu laga paling menarik di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
